Kabel Listrik Semrawut, Ini Kata Ketua DPP GoWaMo Indonesia
Cari Berita

Advertisement

Kabel Listrik Semrawut, Ini Kata Ketua DPP GoWaMo Indonesia

Kibar News
12/08/2020


Gowa.KN - Mungkin tak banyak pembaca sadar, ada tiga faktor utama pemicu listrik mati di negara kita ini, semuanya terkait alam. Yakni gangguan hewan, tersambar petir, dan pohon tumbang. Ketiga faktor tadi rutin makan korban jaringan kabel listrik

Rusaknya jaringan kabel listrik PLN gara-gara faktor alam sekilas tak normal. Tapi kalau melihat betapa jaringan kabel di negara ini utamanya Sulawesi Selatan amat semrawut, siapapun terpaksa menerima kenyataan pahit itu. 

Jalinan kabel ruwet sudah seperti rambut yang menghiasi kota-kota besar di Tanah Air khususnya kabupaten Gowa. Diganggu hewan itu satu hal biasa. Tapi kalau kabelnya terkelupas sampai memicu korsleting atau mengalami gangguan akibat bolak-balik tersangkut truk, harusnya sih kita segera sadar ada masalah.

Persoalan terbesar tentu saja satu ini, kenapa kabel listrik sedemikian semrawut ? Selain tidak enak dilihat, bahayanya sangat besar. Bukankah sudah tersedia teknologi penyaluran listrik via bawah tanah yang berulang kali dikaji PLN ? Memang mahal buat menanam kabel di tiga ruas jalan saja PLN habis Rp 60 miliar. Tapi, apakah kita sadar pentingnya upaya memindah kabel ke bawah tanah, yang terbukti lebih aman, harus menunggu ular-ular lain tersetrum dan bikin aliran listrik padam di banyak kota ?

Tiang listrik di Indonesia memang sangat semrawut. Tapi perlu disadari, yang membuat terlihat berantakan lebih banyak kabel fiber optik dari provider internet yang memasang asal-asalan. Belum lagi kabel dari provideryang mungkin sudah tidak digunakan lagi, jadi kabel itu tetap nempel ke tiang listrik tapi sudah tidak ada fungsinya.

Ketua Umum DPP Group Wartawan Media Online "GoWa-MO" Indonesia,  Syafriadi Djaenaf mengajak semua wartawan di Indonesia untuk lebih peduli terhadap persoalan ini, kita harus ambil bagian untuk keselamatan masyarakat dan indahnya perwajahan kabupaten/kota di tanah air. 

Jaringan pada PLN perlu ditata ulang, dan dirapikan kembali. Mengingat banyak kabel-kabel PLN yang semrawut pengaturannya, belum lagi kabel jaringan lain yang menumpuk.

Seperti perwajahan kota Sungguminasa kabupaten Gowa rusak karena kabel yang semrawutan, kabel melilit dimana mana bagaikan tali jemuran disebuah tempat kost,"ujarnya

Outsourcing dari pihak ketiga PT PLN dan provider telkom harus juga ikut bertanggung jawab atas rusaknya perwajahan kota Sungguminasa, mereka bekerja seenaknya yang penting pekerjaannya selesai. Seandainya pihak PT PLN Sulselbar melakukan pengawasan yang baik terhadap pekerjaan pihak ketiganya tentu saja tidak semakin rusak parah seperti ini," jelasnya.

Politik

Advertisement