Kuasa Hukum Keluarga Jenazah Minta Tim Gugus Covid-19 Sulsel Serius
Cari Berita

Advertisement

Kuasa Hukum Keluarga Jenazah Minta Tim Gugus Covid-19 Sulsel Serius

Kibar News
6/06/2020

Jusman Sabir, SH


Makassar - Harapan Ando Baso Riyadi Mappasule yang ingin memindahkan jenazah almarhumah istrinya, Nurhayani Abram dari pekuburan Macanda Gowa ke pemakaman keluarga di kec. Herlang Kab. Bulukumba masih terus diupayakannya.

Setelah melakukan video call dengan Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaeman (Andalan) dan menyampaikan harapannya kepada orang nomor dua di Sulsel ini, kini giliran kuasa hukum pihak keluarga juga turut mendesak tim Covid-19 Sulsel.

Kuasa hukum Jusman Sabir, SH yang dikonfirmasi, Sabtu (0606/20) mengatakan merasa prihatin dengan kondisi keluarga almarhumah yang dikategorikan status PDP.

"Pertama kami sampaikan sangat prihatin dengan kondisi almarhumah Nurhayani Abram dan keluarga akibat status COVID yang terlanjur diberikan kepadanya oleh pihak RS Bhayangkara kota makassar yang mengakibatkan beban psikologis serta menimbulkan efek negatif seketika, dimana keluarga dan para sahabat, para tetangga tidak melayat sebab dengan sendirinya khawatir mendengar status PDP dan atau covid yang telah disematkan kepada almarhumah, sehingga hak hak keluarga yang ditinggalkan seperti suami dan anak anaknya tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya, seperti seharusnya keluarga pasien berhak memakamkan di makam keluarga, berhak mendampingi almarhumah sampai ke pemakaman, keluarga berhak mengsholatkan dengan baik dan mengantarnya ke pemakaman sesuai harapan pihak keluarga, dan itu terabaikan semua", tutur Jusman.

Ia juga menyayangkan sikap dan tindakan pihak RS Bhayangkara yang menangani secara prosedur covid sementara bukan sakit karena covid, buktinya hasil SWAB keluar adalah negatif.

"Kami menyatakan ini pihak oknum tenaga medis yang menangani beserta Tim Gugus Covid 19 tetap ngotot menangani almarhumah secara protokol covid, padahal pihak anak almarhumah sudah menjelaskan dan memohon dengan baik dan tegas bahwa ibunya tidak ada gejala covid tetapi meninggal karena stroke,, namun hal tersebut pihak RS menolak dan mengabaikannya", imbuhnya.

Yang menjadi pertanyaan bagi Jusman adalah apa yang mendasari pihak tenaga medis menangani secara protokol covid terhadap almarhumah tersebut? 

"Harus dipahami bahwa dalam menangani sebuah pasien adalah amanah yang harus dipertanggung jawabkan secara profesional dunia akhirat sesuai sumpah profesi tenaga medis maupun tim gugus covid lainnya. Sehingga harus hati hati dalam penanganannya. Hal ini perlu kita ketahui bersama bahwa kejadian seperti ini sangat merugikan klien kami, dimana pihak keluarga almarhumah yang kondisinya sudah berduka ditambah lagi mendapatkan perlakuan yang tidak adil dan tidak profesional dalam memberikan status penyakit yang sangat mengada-ngada serta sewenang wenang", tegas Jusman.

Selanjutnya sebagai kuasa hukum, Jusman meminta dengan tegas tanggung jawab hukum pihak pemerintah dan tim gugus covid provinsi sulsel secara terhadap kejadian ini sebab telah merugikan baik secara materil dan inmateril kepada pihak keluarga almarhumah. Dan terakhir adalah meminta dengan serius memindahkan jenazah almarhumah istri klien kami ke kampung halaman sesuai keinginan pihak keluarga serta merahabilitasi atau memulihkan nama baik keluarga dimata publik. Serta memohon untuk diberikan sanksi berat kepada oknum tenaga medis yang menangani almarhumah sewaktu dirawat di RS Bhayangkara Makassar (ini sangat penting dievaluasi).

"Dan apabila permintaan atau permohonan kami tidak dipenuhi maka kami akan menempuh jalur hukum demi tercapainya keadilan dam hak hak hukum klien kami sesuai aturan yang berlaku, demi untuk menperjuangankan kepentingan hukum pihak keluarga almarhumah. Tindakan ini kami lakukan agar menjadi pembelajaran bagi pihak rumah sakit dimanapun agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali sebab akibatnya akan fatal ,serta penanganannya harus lebih hati-hati karena ini manusia yang tidak boleh diperlakukan secara manusiawi pula", tegasnya (*)

Politik

Advertisement