Hadiri Reses Legislator Makassar, ARB Bagi Tips Kepada Masyarakat
Cari Berita

Advertisement

Hadiri Reses Legislator Makassar, ARB Bagi Tips Kepada Masyarakat

Kibar News
6/21/2020


Makassar - Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Abdul Rahman Bando (ARB) ikut menghadiri masa reses anggota DPRD Kota Makassar, Hasanuddin Leo.

Kurang lebih 6 titik yang diikuti, ARB menjelaskan bahwa ada 4 hal yang ia sampaikan kepada warga yang ada di Daerah Pemilihan (Dapil) kemenangan legislator fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).

"Setidaknya ada 6 titik saya ikuti reses beliau (Hasanuddin Leo), dan sesuai porsi saya, saya sampaikan kepada masyarakat yang salah satunya cara mengembangkan ekonomi kerakyatan, yaitu budidaya ikan dan tanaman", jelas ARB saat diwawancarai pada Sabtu (20/6/2020), malam.

Sebenarnya, lanjut ARB, banyak lahan - lahan yang dimiliki oleh masyarakat kemudian tidak maksimal dimanfaatkan. Padahal, menurutnya ini (lahan) bisa di tempati untuk membudidayakan ikan.

"Misalnya ikan Lele, ikan hias, dan di Makassar ini, ada 3 wilayah yang saya untuk rekomendasi karena alamnya cocok, dan itu sudah kita buktikan dibeberapa titik di Makassar, misalnya di Jenneberang itu kita sudah bikin ratusan Karamba disitu dan hasilnya ratusan juga", lanjut ARB.

Olehnya itu, kata ARB, harus ada langkah yang dilakukan masyarakat untuk meningkatkan pendapatannya, walaupun sudah memiliki pekerjaan tetap.

"Ini bisa menambah pemasukan buat keluarga mereka, begitupula disisi pertanian, banyak lahan yang bisa dimanfaatkan, misalnya mungkin menanam cabei", tambah ARB.

Akan tetapi, ARB menegaskan bahwa masyarakat harus ikut dalam pendampingan untuk peningkatan ekonomi rakyat.

Lebih lanjut, sebagai mantan PLT Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, ARB mengatakan jika kota Anging Mammiri ini kekurangan sekolah negeri, itu mulai dari SD, SMP dan SMA/SMK.

"Padahal sangat sederhana bikinnya, memang ribet orang berpikirnya, dari tanahnya dan anggarannya, tapi saya sederhana, saya hanya melihat SD yang ada sampai 4 dalam satu kompleks tapi siswanya sedikit, nah ini kita gabung saja dan gedungnya dijadikan SMP ataukah SMK. Dan ingat, ini juga merupakan salah satu cara untuk menyelamatkan anak-anak Makassar yang terancam putus sekolah dengan menghadirkan sekolah negeri", pungkas ARB. (*/asy)

Politik

Advertisement