Keberatan Anaknya Disorot Media, Sekdes Ini Lapor ke Polisi, Gowa-Mo : Lebih Bagus
Cari Berita

Advertisement

Keberatan Anaknya Disorot Media, Sekdes Ini Lapor ke Polisi, Gowa-Mo : Lebih Bagus

Kibar News
5/10/2020


Gowa - Presiden mengambil kebijakan konkret untuk percepatan penanganan pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), dengan memberikan jaring pengaman sosial, berupa Bantuan Sosial Tunai (BST).

Salah satu program dalam jaring pengaman sosial tersebut, adalah BST sesuai dengan Kep Mensos No 54/HUK/2020 tentang Pelaksanaan Bantuan Sosial Sembako dan Bantuan Sosial Tunai Dalam Penanganan Dampak COVID-19.

Namun pendataan dan penyaluran BST Desa Panciro Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa menuai masalah. Pasalnya salah satu warga diduga tidak layak sebagai penerima ikut terdata.

Semula daftar penerima BST Desa Panciro terpajang dikantor Desa, namun Rabu, (6/5/2020/) data daftar tersebut sudah tidak terlihat terpajang.

Hal tersebut menjadikan salah satu media online memberitakannya, Sabtu, (9/5/2020) dengan judul "Hebat !!! Anak Oknum Anak Sekdes Yang Juga Aparat Desa Dapat 600 Ribu di Desa Panciro" hingga membuat oknum sekdes Panciro bersama anak dan menantunya keberatan.

Dalam keberatannya Sekdes Panciro, Abd Rahman Dg Rani mendatangi polres Gowa untuk melaporkan keberatannya.

Kasubaghumas polres Gowa, AKP Tambunan langsung melakukan mediasi dengan pihak wartawan yang dimaksud namun menemui jalan buntu karena pihak keberatan tidak menerima.

Saat di beri hak jawab, Rahman mengatakan dirinya merasa keberatan dan memiliki kemauan tersendiri tanpa menjelaskan kemauannya tersebut.

Saat dikonfirmasi terkait hal ini, ketua umum DPP GoWa-MO, Syafriadi Djaenaf mengatakan semua orang punya hak melaporkan rasa keberatannya dan semua orang sama Dimata hukum. Namun perlu diketahui tidak semua laporan harus ditindak lanjuti.

Lanjut jelasnya, saya sudah baca berulang-ulang kali berita tersebut, semuanya sudah sesuai dan tidak ada pelanggaran kode etik jurnalis didalamnya,"jelasnya

Mendengar keterangan wartawan yang mempublis berita tersebut, Syafriadi yakin keberatan Sekdes tersebut sangat tidak mendasar. "Sekdes Panciro namanya Abd Rahman Dg Rani itu sudah benar dan anaknya yang terdaftar sebagai penerima Winda Widiarti juga sudah benar sesuai dengan data yang terpajang sebelumnya. Dimana kesalahannya ? Makanya jangan mau didaftar kalau tidak mau terpublikasi atau merasa tidak berhak atau masuk kategori mampu", imbuhnya.

" Bagus lagi kalau mereka melaporkan keberatannya, berarti semua akan terbuka tabir gelap data penerima bantuan didesa Panciro harus diserahkan ke pihak polres Gowa dan harus juga dipublikasikan. Saya akan perintahkan anggota GoWa-MO dan mitra LSM untuk mengecek satu persatu data tersebut ke masyarakat,"jelasnya sambil tersenyum senyum

Politik

Advertisement