Gernas NGO C-19 Desak Pemkot Makassar Transparansi Data Penerima Bansos
Cari Berita

Advertisement

Gernas NGO C-19 Desak Pemkot Makassar Transparansi Data Penerima Bansos

Kibar News
5/01/2020



KibarNews.id - Ditengah Pandemi Covid-19 sudah ada beberapa wilayah di Indonesia yang telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), salah satunya adalah Kota Makassar yang notabene adalah pusat kota Provinsi Sulawesi Selatan. Diketahui Pemkot Makassar sudah menerapkan PSBB pada 24 April 2020 lalu.

Dalam penerapan PSBB, pemkot Makassar terus berupaya menghimbau kepada warga untuk senantiasa tetap di rumah saja. Bantuan pun disalurkan kepada warga yang terdampak covid. Akan tetapi, dalam penyalurannya Gerakan Nasional (Gernas) NGO C-19 melihat dilapangan terjadi kisruh di masyarakat akibat penyaluran bantuan sembako yang tidak maksimal, dan menimbulkan persepsi terkesan pilih kasih penyalurannya.

Melihat hal tersebut, penasihat Gernas NGO C-19 yang juga Ketua LMP Mada Sulsel M.Taufik Hidayat, menyesalkan Ketua Satgas gugus depan Covid-19 Kota Makassar yang di nilai sangat lamban merespon warga masyarakat.

"Saya sangat menyesalkan pergerakan yang lamban dari Ketua gugus Covid-19 Kota Makassar untuk merespon masyarakat yang terdampak secara ekonomi yang mengakibatkan pendistribusian bantuan sembako tidak merata, padahal kita semua tahu bahwa anggarannya sangat besar" ungkap Taufik Hidayat saat di konfirmasi melalui via whatsapp (wa), Selasa (28/04/20) malam.

Hal ini pula yang menjadi dasar Ketua KPK Intim Sulsel Akram Junaid, SH untuk mendesak PJ Walikota Makassar untuk fokus segera menuntaskan pendistribusian sembako demi keamanan masyarakat. 

"Dalam pembagian sembako jika Pemkot tidak bijak sangat rawan berpotensi terjadinya konflik dan gangguan keamanan, dan bukan hal mustahil akan terjadi perampasan sembako. Kita tentunya tidak menginginkan hal itu", ungkap Akram Junaid yang juga koordinator pengawasan Satgas Gernas melalui wa.

Gernas NGO C-19 yang terdiri dari 10 lembaga pun telah mengeluarkan surat pernyataan yang didalamnya sangat menyesalkankan lambatnya pendistribusian bansos kepada masyarakat dan mendesak PJ Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb untuk segera mengatasi kekisruhan yang terjadi akibat kelambatan dan tidak meratanya penerima bantuan sembako pada lingkungan RT/ RW.

Gernas NGO C-19 juga mendesak PJ Walikota Makassar untuk melibatkan Ketua RT/ RW dan relawan guna mempercepat pendistribusian bantuan sembako serta mendesak Kadis Sosial untuk transparan dalam pendataan dan pendistribusian.

(Fadel).

Politik

Advertisement