Bara JP Usul KPAI Panggil AHY
Cari Berita

Advertisement

Bara JP Usul KPAI Panggil AHY

Kibar News
5/08/2020


Jakarta - Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) turut memberi tanggapan terkait unggahan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Wakil Ketua Umum Bara JP, Utje Gustaf Patty, mengatakan sebaiknya Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memanggil Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terkait unggahannya di Instagram yang membawa putrinya masuk ke ranah politik.

Menurutnya, sekalipun itu tugas sekolah namun secara sengaja AHY mengunggah hasil pekerjaan anaknya itu di media sosial milik AHY yang rawan politisasi. Ia mengatakan harusnya tugas sekolah itu dikirim ke guru atau sekolah, buka ke media sosial. 

"Semua tahu siapa itu AHY, seorang ketua umum partai dan anak mantan presiden. Apapun yang dia unggah di media sosial rawan menimbulkan pro-kontra," kata Utje via WA, Jumat (09/05/20).

Ia menambahkan, kata lockdown dalam tugas sekolah tersebut adalah persoalan politik karena menyangkut kebijakan negara. Menurutnya, sejak awal AHY harusnya sadar bahwa masalah lockdown ini rentan jadi persoalan sekalipun itu hanya tugas sekolah anaknya. 

"Jadi yang harus bijak di sini adalah AHY. Sejak awal dia harus mengajari anaknya apa itu lockdown dan hubungannya dengan kondisi sosial. Tidak perlu juga diunggah di media sosial. Atau patut diduga dia sengaja mengunggah ini di media sosial agar menjadi perdebatan?" katanya.

Karena itu, kata Utje, sebaiknya KPAI memanggil AHY untuk meminta penjelasan kenapa tugas sekolah tersebut harus diunggah di media sosial yang kemudian menimbulkan pro kontra. Menurutnya, penjelasan AHY kepada KPAI akan membuat masalah ini clear dan tidak menjadi perdebatan lagi.

"Karena persoalan ini sudah menjadi perdebatan di masyarakat, AHY harus menjelaskan kepada KPAI kenapa mengunggah tugas sekolah putrinya di media sosial AHY sendiri yang notabene ketua umum partai. Pastinya secara sadar dia tahu punya risiko dikomentari secara positif dan negatif oleh masyarakat. Tak akan jadi persoalan kalau itu diunggah di medsos milik putrinya," katanya.  

Ia mengatakan tak ada yang salah dengan putri AHY, juga dengan tugas sekolahnya tersebut yang menyebut kata lockdown. "Bisa saja dia tak memahami secara penuh apa itu lockdown. Wajar, karena dia masih anak-anak. Yang menjadi konyol kalau kemudian AHY tidak menjelaskan artinya secara baik dan malah menyebarkan secara sengaja di media sosial," ucapnya.

Seperti diketahui, Sabtu, 2 Mei 2020, Agus Yudhoyono, putra sulung SBY, mengunggah foto dirinya bersama putrinya dan Annisa di akun @agusyudhoyono. Bersama unggahan foto, Agus menulis:


"Beberapa hari yang lalu, putri saya mendapat tugas dari sekolahnya untuk membuat dan menyampaikan pidato dalam bahasa Inggris, menjelaskan tentang lockdown dalam masa pandemi covid-19 ini, dan kenapa harus lockdown secara mandiri di rumah. Tentu semua dilakukan di depan komputer, secara virtual.

Yang seru, skenarionya: pidato tersebut, harus disampaikan langsung ke hadapan Presiden Jokowi dan jajaran Pemerintahan.

Akhirnya dia pun mengajak papy dan mommy nya berdiskusi tentang berbagai hal untuk bisa menjadi bahan pidatonya tersebut.

Menarik sekali, anak kelas 6 SD sudah diajak memahami dan mengartikulasikan realitas dunia hari ini dengan baik. Alhamdulillah Aira bisa mengerjakan tugasnya dengan baik.

Semangat ya buat para orang tua yang anak-anaknya juga belajar dan mengerjakan tugas-tugas sekolah di rumah (secara online) selama PSBB ini. Mari didik anak-anak kita agar mereka tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas dan berakhlak mulia.

Namun kita juga harus berempati, karena masih banyak anak Indonesia yang tidak memiliki fasilitas dan akses terhadap internet, sehingga tentu sangat sulit untuk melakukan sekolah secara online.

Semoga Covid-19 segera berakhir, sehingga anak-anak kita bisa kembali bersekolah seperti sedia kala; bisa kembali berinteraksi dengan teman-temannya; bersama-sama menggapai cita-cita mereka.

Selamat Hari Pendidikan Nasional."
(*/fad)

Politik

Advertisement