Soal Banjir, Pasangan APPI Ini Punya Cara Mengatasinya
Cari Berita

Advertisement

Soal Banjir, Pasangan APPI Ini Punya Cara Mengatasinya

Kibar News
4/06/2020

Balon Wawali Kota Makassar, Dr. H. Abd. Rahman Bando

KibarNews.id – Banjir adalah salah satu problem bagi kota besar yang ada di Indonesia, termasuk kota Makassar. Olehnya itu, setiap calon pemimpin atau pemimpin kotanya harus tanggap serta memiliki konsep solusi dalam menangani permasalahan banjir.

Bakal Calon (Balon) Wakil Walikota Makassar, Dr. Abdul Rahman Bando (ARB) rupanya telah mengantongi solusi atas permasalahan banjir yang menjadi langganan warga Makassar setiap musim hujan tiba.

Pasangan bakal calon (balon) Walikota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi) ini telah lama mengusulkan solusi tersebut kepada walikota sebelumnya, Moh Ramdhan Pomanto (Danny), yakni sejak tahun 2015. Namun sayang, usulan tersebut tidak ditindaklanjuti dengan baik dan tepat sasaran.

“Mengatasi banjir adalah melakukan tata kelola air yang bagus. Drainase kita rata-rata kecil dan penuh sedimen sehingga tidak mampu menampung debit air. Akses ke kanal-kanal juga tidak lancar. Tapi yang paling penting adalah membangun titik penampungan air,” kata ARB dalam diskusi yang digelar Komunitas Wartawan Politik Sulsel di Café Res_Publica, Jl. Pettarani, Makassar, Minggu (5/4).

Satgas drainase dan normalisasi kanal menurutnya belum cukup untuk mengatasi besarnya debit air yang mengalir ke Kota Makassar setiap musim hujan. Karena hanya bersifat jangka pendek. Memperbanyak titik penampungan air seperti waduk adalah solusi jangka panjang yang paling efektif.

“Sudah saatnya Makassar membangun titik-titik penampungan air. Setiap musim kemarau, penampungan ini juga akan menjadi sumber air dan menjadi frontier baru dalam memperluas daerah ruang terbuka hijau. Begitupun dengan dua aliran sungai yang mengapit Makassar,” lanjutnya.

Normalisasi dan penataan bantaran sungai selain menjadi solusi banjir juga bisa mendatangkan PAD dari sektor pariwisata jika kelola dengan baik. Karenanya, tingginya sedimentasi di sungai Tallo dan Jeneberang sudah harus diatasi pemerintah sejak dini.

“Di Belanda, sungai menjadi frontier dalam mengatasi banjir dan sekaligus tempat wisata. Saya sudah membangun Ekonima Wisata Bahari dengan memanfaatkan alur Sungai Tallo dan Jeneberang. Masyarakat disana sekarang sudah merasakan manfaatnya. Dan itu dibangun bukan menggunakan APBD,” tandasnya.

Penataan dan normalisasi bantaran Sungai Tallo dan hutan mangrove pesisir utara Makassar dibangun melalui kerjasama dengan pemerintah, masyarakat dan lembaga internasional PBB. Keberhasilan program ini pulalah yang membuat ARB diundang oleh PBB ke Roma, Italia pada tahun 2017.

Kala itu, ARB didapuk penghargaan Pengelola Terbaik Costal Community Development Program International Fund For Agricultural Development (CCDP–IFAD) oleh unit Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). (*)

Editor : fadel

Politik

Advertisement