Opini : Alasan Kemanusiaan, Logika Terbalik yang Sontoloyo
Cari Berita

Advertisement

Opini : Alasan Kemanusiaan, Logika Terbalik yang Sontoloyo

Kibar News
4/04/2020


Oleh: Utje Gustaaf Patty
(Waketum Bara JP)

(Tentang rencana merevisi PP No. 99 tahun 2012 untuk memberikan
percepatan pembebasan bagi napi dengan menjadikan Covid-19
sebagai pendorong dengan alasan kemanusiaan)
 
Bagaimana dengan rasa kemanusiaan mereka yang menjadi korban
dari para napi yang mendapat fasilitas kebebasan ekstra itu?. 
 
Bagaimana dengan rasa kemanusiaan aparat yang menangkap mereka
yang telah mengorbankan diri melaksanakan tugas
bahkan ada yang sampai berkorban nyawa?
 
Kita terisolasi karena himbauan dirumah aja, padahal karena kita
tidak korup, tidak jual narboba dan bukan teroris,
kita harus bekerja keras untuk memberi makan keluarga. 
 
Kita terisolasi karena himbauan jangan mudik ke kampung,
padahal Jakarta dan beberapa kota besar lainnya sudah penuh sesak
dan menjadi rentan terhadap penularan coronavirus.
 
Lantas mereka yg memang sudah diisolasi akibat melanggar hukum
mau dibebaskan lebih cepat dengan alasan kemanusiaan,
dengan alasan rutan/lapas over kapasitas?. 
 
Mana ada napi korupsi, bandar narkoba & teroris yang berdesakan
dalam selnya. Umumnya mereka mendapat fasilitas khusus
yang memisahkan mereka dari napi jelata.
 
Lagi pula Lapas/Rutan itu kombinasi dari Isolasi, Karantina dan Lockdown.
 Interaksi mayoritas dari luar kedalam, dari dalam keluar sangat terbatas.
Itu salah satu tempat paling aman dari serangan coronavirus. 
 
Jika interaksi dari luar kedalam dan sebaliknya disterilisasi,
tunda semua jadwal kunjungan, kecuali petugas medis,
maka tipis kemungkinan Rutan/Lapas ditembus coronavirus.
  
Jika percepatan pembebasan itu diwujudkan,
sama saja dengan mempersilahkan orang untuk keluar rumah
dan mempersilahkan orang untuk mudik ke kampung halaman.


#TugaskuMenjagaPresidenku
#BaraJP_SetiaHinggaAkhirDigarisJokowi

Politik

Advertisement