MR 'Korban Salah Tembak' Bercerita, Kapolrestabes Makassar : Saya Tidak Akan Menutupi Kasus Ini
Cari Berita

Advertisement

MR 'Korban Salah Tembak' Bercerita, Kapolrestabes Makassar : Saya Tidak Akan Menutupi Kasus Ini

Kibar News
4/13/2020

Remaja berinisial MR didug menjadi korban salah tembak


Makassar, KibarNews.id - Dua remaja berinisial MR dan AI diduga menjadi korban salah tembak oleh oknum aparat kepolisian di  jalan Veteran Selatan pada Sabtu (21/03/20) lalu.

MR menceritakan, saat dirinya berbonceng 3 bersama kedua temannya, AI dan AID pergi membeli nasi kuning, lalu motornya melaju di Jalan Veteran Selatan, depan RS Sitti Khadijah sempat menyaksikan bentrokan antar geng motor, Sabtu (21/3) sekitar pukul 06:00 wita pagi.
Selanjutnya, kata MR, terdengar suara tembakan dan ternyata teman (Al) yang diboncengnya, yang kena tembakan. 

"Betis Al tembus peluru, sementara saya sendiri betis kanan tulang keringku yang juga terkena peluru. Cuma saya berdua yang terkena tembakan. Kalau teman yang membawa motor dia tidak kena (bonceng tiga, red)," ucap MR, saat dikunjungi awak media yang tergabung dalam organisasi GoWa-MO belum lama ini.

Menurut MR, dia dan temannya adalah korban salah tembak, karena dia dan temannya bukanlah merupakan bagian dari kelompok geng motor yang bentrok tersebut. 

MR menerangkan, setelah keduanya tertembak maka ia pun 
langsung pulang ke rumahnya dan memberi tahu keluarganya, termasuk kakak dan ibunya untuk membawanya ke rumah sakit.

Setelah tiba dirumah sakit Labuang Baji, MR tidak langsung ditangani oleh pihak rumah sakit, tapi pihak rumah sakit menelpon dahulu ke kepolisian sektor Mamajang guna menyampaikan ada korban luka tembak. Kapolsek pun datang melihat MR, lalu mengarahkan untuk dibawa ke RS Bhayangkara Makassar.

"Setelah pihak kepolisian sektor  Mamajang berbicara dengan pihak RS Bhayangkara, tim medis pun melakukan tindakan cepat," jelas Sitti Masita, orang tua MR.

Lebih jauh dijelaskannya, dimana setelah tindakan medis selesai dilakukan maka pihak Kepolisian Sektor Mamajang memberikan uang sekitar Rp. 5 juta pada keluarga korban (MR).

"Kami pihak keluarga sebenarnya, sangat menyayangkan atas kejadian yang menimpa keluarga kami. Seharusnya pihak kepolisian mencari oknum anggota kepolisian yang telah melakukan penembakan, namun pihak kepolisian telah membiayai, sebagai bentuk bertanggung jawab. Iya mau tidak mau, kami harus terima dan harus rela sebab kami ini cuma orang kecil," terang Budi kakak ipar korban penembakan.

Salah satu anggota Group Wartawan Media Online (GoWa-MO) mewakili rekan-rekan wartawan, Yusuf mengartakan, sempat dirinya beberapa kali melakukan konfirmasi lewat WA dan menelpon langsung ke Kapolsek Mamajang, tapi semuanya tak mendapatkan sambutan positif. Lanjutnya, dirinya pun berkunjung langsung ke kantor Polsek Mamajang selama 3 hari berturut-turut, tapi juga tak bisa bertemu dengan Kapolsek Mamajang.

Sementara, Kapolrestabes Makassar, Kombes. Pol. Yudi melalui chat WA-nya/pesan singkatnya mengatakan, bahwa sudah mengcrosscek hal ini ke Kapolsek Mamajang.

"Tidak ada anggota yang Opsnal yang bertugas atau di TKP saat itu dan pihak Propam Lidik yang bertugas pada jam tersebut dan berada disekitar tempat itu pun  memberikan klarifikasinya. Saya tidak akan menutup-nutupi persoalan ini. Saya akan perintah Kasi Propam untuk Lidik termasuk ke Labfor periksa secara ilmiah arah tembakan," urai Kapolrestabes makassar.

Di sisi lain, Ketua Umum DPP GoWa-MO, Syafriadi Djaenaf Daeng Mangka mengatakan, seharusnya pihak kepolisian harus melakukan gerakan cepat atas peristiwa "salah tembak" yang terjadi di Jalan Veteran Selatan, dan memakan 2 orang korban "salah tembak".

"Hendaknya kepolisian di negeri ini, janganlah terkesan kurang profesional dan hendaklah pula jangan acuh tak acuh terhadap Pers yang tengah melakukan tugas  profesionalnya. Saya harapkan, agar pihak kepolisian segera mencari tahu siapa yang berada dibalik penembakan ini. Ini harus ada yang bertanggungjawab dan ini harus ada sanksi tegas," tegas Ketua Umum DPP GoWa-MO.
 (udin)

Politik

Advertisement