Mengaku Saudara Dengan Mantan Kapolres Takalar, Pria Ini Dilapor Ke Polisi
Cari Berita

Advertisement

Mengaku Saudara Dengan Mantan Kapolres Takalar, Pria Ini Dilapor Ke Polisi

Kibar News
4/04/2020


KibarNews.id  - Salah satu wartawan yang tergabung dalam grup media online GoWa-Mo, Yusuf Hafid yang juga pimpinan redaksi (pimred) dari kumbanews melaporkan seorang pria bernama Firman ke Polsek Tamalate kota Makassar. 

Firman dilaporkan pada Kamis, (03/04/20) lalu akibat tindakannya diduga mengancaman sang jurnalis Yusuf Hafid.

Menurut Yusuf, ancaman itu bermula saat oknum Firman merasa keberatan terkait pemberitaan yang tayang di salah satu media dengan judul 'Mengaku LSM dan Wartawan, Oknum Ini Bekkingi Bangunan Rumah Tanpa IMB’ pada hari Rabu (01/04/20) lalu.

Yusuf bercerita, setelah berita tersebut tayang, keesokan harinya, yakni pada Kamis, (02/04/20) oknum ini mengirim pesan melalui WhatsApp (wa) dengan nada ancaman terkait keberatannnya.
Dalam pesan WA yang diterima Yusuf, oknum ini mengatakan kalau dia adalah kakak dari mantan Kapolres Takalar.

“Dia adalah adik saya nah, kamu mau apa, atau mau panjang kali lebar,” kiriman chat Firman kepada Yusuf.

Selain mengancam, Firman menurut Yusuf juga mengirimkan fotonya bersama mantan Kapolres Takalar AKBP. Gani Alamsyah Hatta, yang saat ini menjabat sebagai Kapolres Bulukumba dengan tujuan untuk meyakinkan, kemudian mengaku bahwa dirinya seorang konsultan.

Setelah berkoordinasi dengan Ketua Umum DPP GoWa-MO Indonesia, Syafriadi Djaenaf, Yusuf Hafid di sarankan mengambil langkah hukum untuk segera melaporkan terkait ancaman yang dialaminya.

Yusuf berharap agar proses hukum segera dilaksanakan sesuai undang- undang yang berlaku. 

"Pengancaman merupakan tindakan yang dapat dikategorikan dalam perbuatan menghalang-halangi profesi wartawan atau pers, dalam melaksanakan pekerjaan jurnalistik sebagaimana diatur dalam pasal 18 UU Nomor 40 Tahun 1999 Tentang pers," ucap Yusuf menirukan penjelasan Syafriadi Djaenaf.

Sementara itu menurut Kadis Perizinan Kota Makassar, Andi Bukti Jufri mengatakan, bahwa sebelum bangunan berdiri maka IMB harus terlebih dahulu ada. 

"Pembangunan terlaksana bila keluar IMB nya terlebih dahulu.  Kalau membangun, tidak ada IMB nya dan tidak sesuai dengan permohonan, langsung lapor ke DTRB (Dinas Tata Ruang Pembangunan Kota Makassar),  sebab wewenang mereka untuk melakukan tindakan," jelas Andi Bukti.

Lebih lanjut Bukti menjelaskan, untuk permohonan saudara atas nama Pancawati Walinono yang berada di Jalan Timbuseng, Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate, kota Makassar, baru dalam penyetoran berkas masih tahap proses pembuatan untuk jenis bangunan lantai satu yang dimohonkan.  

"Sementara, untuk rancangan bangunan lantai dua yang didapati oleh insan media dilapangan itu, diduga pelanggaran karena tidak sesuai yang permohonan yang ia minta. Dinas PTSP, itu sifatnya administrasi perizinan, dan bila ada anggota yang terlibat dalam masalah ini silahkan lapor ke saya," tandas Bukti. 
(Udin)

Politik

Advertisement